Pertempuran Lima Hari Palembang – Tribunnewswiki.com

0
32


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Pertempuran Lima Hari Palembang adalah pertempuran yang terjadi antara Tentara Indonesia (TRI) dengan pasukan tentara Belanda (NICA) di Palembang.

Pertempuran ini berlangsung selama lima hari, sejak tanggal 1 hingga 5 Januari 1947.

Pada awalnya, pertempuran ini bermula saat Belanda ingin Palembang segera mengosongkan kotanya.

Namun, seluruh rakyat Palembang menolak keinginan Belanda itu.

Hal itu menyebabkan baku tembak pertama kali terjadi pada 1 Januari 1947 di Palembang.

Setelah mengalami pertempuran selama lima hari, pada akhirnya keduanya memilih untuk melakukan gencatan senjata  pada 6 Januari 1947. (1) 

Baca: Pertempuran Medan Area

Pertempuran Lima Hari
Ilustrasi Pertempuran Lima Hari Palembang

Pada 1 Januari 1947, Belanda menggelar garis demarkasi di sekitar benteng dan melakukan penembakan.

Pada saat itu, masyarakat Palembang melakukan pembalasan perlawanan ke Belanda hinggan kota Palembang menjadi panas.

Lantas berdasarkan hasil perundingan dengan badan-badan perjuangan, kemudian diputuskan untuk mencegah Belanda menguasai Palembang.

Maka dari itu, harus diadakan serangan langsung kepada Belanda, antara lain di Rumah Sakit Charitas, Gedung Borsumij, 13 Ilir, Boombaru, Handelsaken, 28 Ilir, Talangsemut, Baguskuning, Plaju dan Benteng.

Serangan hari pertama dan kedua berjalan dengan lancar.

Namun dalam serangan hari ketiga Belanda telah mengarahkan seluruh kekuatannya baik darat, laut maupun udara untuk melakukan tembakan gencar dilakukan ke berbagai wilayah dan rumah penduduk sekitar.

Belanda memiliki senjata yang kuat dari pada masyarakat Palembang.

Namun masyarakat Palembang mempunyai kesadaran nasional yang mendalam dengan satu tekad “Merdeka atau Mati”.

Pada 5 Januari 1947, Panglima Divisi Garuda II Bambang Utoyo dan Gubernur Sumatera Selatan Dr.A.K. Gani menyerukan untuk berhenti tembak menembak.

Gencatan senjata pun dilangsungkan pada 6 Januari 1947 mulai pukul 06.00.

Seluruh pasukan bersenjata diperintahkan mundur sejauh 20 km dari batas kota. (2) 

Baca: Pertempuran Padang Area

Dr Adnan Kapau Gani merupakan perwakilan Indonesia untuk berunding dengan Belanda.

Hasil perundingan menyepakati bahwa pihak Indonesia, pasukan TRI, dan pejuang lainnya akan mundur sejauh 20 km dari pusat kota dan hanya menyisakan ALRI.

Sementara itu, polisi dan pemerintahan sipil tetap berada di Palembang.

Kemudian, dari pihak Belanda, batas-batas pos mereka hanya boleh berdiri sejauh 14 km dari pusat kota.

Gencatan senjata dimulai sejak 6 Januari 1947. (1)

Baca: Perang Napoleon di Jawa 1811

(Tribunnewswiki.com/ Husna)

 



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here