Praka Izroi Gajah – Tribunnewswiki.com

0
5


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Praka Izroi Gajah merupakan salah seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang bertugas di Pengawalan Pribadi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Dari akun Facebook miliknya, Izroy Enrequee Gajah, Izroi menyebut berasal dari Sibolga, Sumatera Utara.

Prajurit TNI AD kerap membagikan pose-pose ketika dirinya tengah memakai seragam tentara.

Ia pun pernah berdiri gagah dengan latar belakang markas yang memiliki logo Kodam Mulawarman.

Pada akun Facebook itu pula, ditampilkan riwayat pendidikan menengah Izroi, yaitu di SMAN 1 Manduamas yang letaknya di Manduamas Lama, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dari profil akun tersebut juga menyebut bahwa Izroi pernah belajar di Florida State University.

Unggahan pertamanya di Facebook juga menandai lokasi yang berada di kampus ternama AS itu pada 2009.

Sehubungan dengan tugasnya, Praka Izroi Gajah saat ini tinggal di Tangerang, Banten. (1)

Praka Izroi Gajah
Praka Izroi Gajah merupakan salah seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang bertugas di Pengawalan Pribadi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Baca: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD)

Baca: Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden)

 

Sebutan Paspampres kerap diartikan sebagai Perisai Hidup Presiden dan Wakil Presiden.

Istilah tersebut didapat mengingat pasukan ‘Setia Waspada’ itu bertanggung jawab penuh atas keamanan Presiden dan Wakil Presiden RI, serta mantan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya.

Terdapat empat unsur pelaksana Paspampres, yang terdiri dari berikut.

Grup A berkekuatan empat detasemen, bertugas melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap Presiden beserta keluarganya.

Grup B berkekuatan empat detasemen, mendapat tugas untuk melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap Wakil Presiden RI beserta keluarganya.

Grup C bertugas melatih dan membina kemampuan personel Paspampres TNI, serta 1 detasemen latihan bertugas melatih dan membina kemampuan personel Paspampres.

Sedangkan Grup D berkekuatan empat detasemen, bertugas melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap mantan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. (1)

Pada Juli 2021, Praka Izroi Gajah sempat menjadi perbincangan hangat usai beredar video yang memperlihatkan dirinya ditahan oleh sejumlah oknum polisi.

Kejadian tersebut berlangsung di pos penyekatan PPKM Darurat Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada 7 Juli 2021.

Video tersebut pun menjadi viral di media sosial, hingga menjadikan Paspampres sempat trending di Twitter.

Banyak netizen yang memuji sikap Praka Izroi dalam menghadapi para petugas.

Kronologi

Praka Izroi Gajah mulanya terlibat perdebatan dengan para petugas di pos penyekatan PPKM darurat Jalan Daan Mogot.

Kepada petugas, Izroi mengaku anggota Paspampres, dimana tengah memakai pakaian sipil dan mengaku akan apel.

Dalam video yang beredarmemperlihatkan sejumlah anggota polisi berpakaian preman memaksa Praka Izroi turun dari motor.

Seorang polisi juga tampak mengambil paksa helm Praka Izroi hingga masker yang dipakainya terlepas.

Tampak Praka Izro sudah mengaku salah, sementara empat oknum polisi memegangnya dan mengarahkan badannya ke mobil.

“Saya salah bang, izin bang saya salah bang,” kata Praka Izro.

Meski sudah mengaku salah, Praka Izro tetap dikepung.

Samar-samar terdengar, seorang anggota polisi berkata “kalau kamu Pasmpamres kenapa memangnya”.

Tak hanya sekali, Praka Izro beberapa kali mengatakan “saya salah bang”.

Perdebatan pun terjadi saat petugas meminta kartu anggota milik Izroi untuk memastikan kebenarannya.

Bahkan salah satu oknum polisi berpakaian preman mendorongnya, hingga badan Izroi mengenai mobil.

Para petugas tersebut memaksa Praka Izro menunjukkan kartu anggota TNI.

“Mana kartu anggotamu” kata sejumlah polisi.

“Ada bang,” Jawab Praka Izroi.

“Buka dulu, mana KTA mu” kata polisi dengan tegas.

Sejumlah tentara berpakaian lengkap yang saat itu bertugas juga menghampiri dan menengahi.

Praka Izroi lalu mengambil dompet yang berada di dalam tasnya dan memperlihatkan SIM.

Namun oknum polisi yang mendorong Praka Izroi masih belum puas dan kembali menanyakan soal KTA.

“KTA mu mana?,” ujarnya.

Praka Izro tidak bisa menunjukkan KTA dengan alasan masih diproses.

“Proses apa?,” tanya polisi itu lagi.

“Proses perpanjangan,” kata Praka Izro sembari memperlihatkan kartu identitas dan KTP.

Oknum polisi yang mendorong Praka Izro dan seorang tentara pun memeriksa kartu identitas Praka Izro.

Tampak oknum polisi masih berbicara kepada Praka Izro, sementara Praka Izro mengangkat tangannya sambil hormat.

Setelah selesai memeriksa dan ternyata benar prajurit Praka Izro itu Paspampres TNI, Praka Izro pun dipersilahkan pergi.

Sebelum pergi, Praka Izro menyalami oknum polisi yang mendorongnya tadi, serta menyalami sejumlah anggota tentara.

Kemudian Komandan Komando Rayon Militer (Koramil) 06/Kalideres, Kodim 0503/Jakarta Barat, Kapten Inf Abdul Kholik tiba di lokasi.

“Kamu mau sok jagoan. Ini kami dua puluh empat jam. Kamu tinggal ngomong baik-baik,” ujarnya.

“Ingat ya kamu baik-baik kalau ngomong. Pasti dilepas kamu. Jelas? jangan diulangi lagi,” kata Kapten TNI itu. (2)

Sempat muncul dalam YouTube Pasha Adelia TV, pada 10 September 2021, Praka Izroi angkat bicara mengenai insiden ribut dengan aparat kepolisian. 

“Semoga dari kejadian itu masyarakat bisa berkaca. Bahwa sekarang tentara itu bukan cuma yang dulunya masih ter cap sebagai kayak arogan,” kata Izroi.

“Sekarang bisa merakyat lah, karena tentara itu kan datangnya juga dari rakyat. Nah digaji oleh rakyat, nanti kalau sudah pensiun ya kembali lagi ke rakyat,” lanjutnya.

“Jadi biar masyarakat lebih bangga lah, ternyata tentara Indonesia itu seperti ini,” tambahnya.

Praka Izroi ungkap perasaanya bahwa ia enggan dinilai oleh masyarakat berdasarkan profesinya.

“Perasaan kami selaku manusia biasa lah, jangan berbicara sebagai profesi, kita dapat penilaian seperti itu kan rasanya gimana bang. Tapi di balik itu semua, berhubung kita manusia kan bukan makhluk sempurna,” jelasnya.

“Jadi jangan sampai nanti sudah dicap baik sama masyarakat, suatu saat kita punya khilaf, bisa jadi tuh jadi bumerang nih,” sambungnya.

Di sisi lain, Praka Izroi mengaku senang mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang menanggapi video viralnya tersebut.

“Dapat apresiasi dari masyarakat Indonesia, kami senang. Terlebih itu, mengharumkan nama baik TNI, Paspampres khususnya. Jadi, biar masyarakat lebih percaya lah pengawal atau tentara tuh harusnya seperti ini,” paparnya.

“Karena zamannya sekarang sudah begini, biar lebih merakyat lagi,” tutupnya. (3)

Baca: Update Paspampres yang Ribut dengan Petugas PPKM: Kapolres Minta Maaf, Berakhir Damai

Baca: Buntut Keributan di Pos Penyekatan dengan Paspampres, 4 Anggota Polisi Diperiksa Propam

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here