Putusan Praperadilan MAKI Terhadap KPK Soal King Maker Pinangki Bakal Dibacakan Rabu Pekan Ini

0
13



Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hakim tunggal praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Morgan Simanjuntak mengatakan sidang putusan permohonan praperadilan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) akan dibacakan, Rabu (29/9/2021).

Diketahui MAKI mengajukan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengungkapan sosok King Maker dalam perkara suap eks jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Morgan menyampaikan hal tersebut setelah menerima kesimpulan tertulis dari pihak pemohon yakni MAKI bersama Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) dan pihak termohon yakni KPK pada Senin (27/7/2021).

“Rabu nanti ya. Supaya tenang saya memutuskan. Jadi hari Rabu sesudah makan siang,” kata Morgan.

Wakil Ketua LP3HI Kurniawan mengatakan pada pokoknya kesimpulan yang diserahkan ke pengadilan menyatakan KPK selaku termohon tidak bisa membuktikan telah melakukan upaya untuk mengungkap sosok King Maker dalam perkara tersebut.

Lebih jauh, kata Kurniawan, pihaknya mencurigai KPK mulai menutup-nutupi sosok sebenarnya King Maker tersebut.

Baca juga: KPK Tolak Hadirkan Nurul Ghufron dalam Gugatan Praperadilan King Maker Pinangki

“KPK tidak bisa membuktikan bahwa mereka melakukan sesuatu untuk mengungkap siapa itu sebenarnya ‘King Maker’, minimal ditingkat penyelidikan saja deh. Itu belum dilakukan, sprin lidiknya tidak pernah ada,” kata dia.

Kurniawan mengatakan apabila skenario terburuk hakim memutuskan permohonan praperadilan tersebut ditolak, maka pihaknya akan melaporkan terkait perkara tersebut secara langsung ke KPK.

Ia pun membuka kemungkinan pihaknya akan kembali mengajukan gugatan praperadilan lagi setelanya apabila permohonan tersebut ditolak.

Baca juga: MAKI Serahkan Berbagai Bukti Tertulis Soal Sosok King Maker di Perkara Pinangki

“Harapannya setidaknya ada pertimbangan yang memerintahkan KPK untuk menindaklanjuti pengungkapan siapa sebenarnya King Maker. Minimal di pertimbagan lah. Soal amar putusannya menolak segala macam tidak masalah, tapi di pertimbangan ada. Karena ini kita bicara soal marwah untuk apa KPK dibentuk. Kalau KPK dbentuk hanya untuk mengurusi maling motor, ya buat apa negara membayar?” kata Kurniawan.

Sementara itu Kuasa Biro Hukum KPK Togi Sirait menyatakan dalam kesimpulan yang diserahkam kepada hakim, KPK menyatakan tetap pada jawabannya.

Baca juga: MAKI Sebut KPK Cukup Panggil Tiga Orang untuk Ungkap King Maker dalam Perkara Pinangki

“Termohon (KPK) sudah melaksanakan koordinasi supervisi sesuai peraturan perundang-undangan. Yang pasti kalau untuk poin-poinnya, seperti di sidang sebelumnya kalau dari tim menyampaikan tetap pada jawaban sebelumnya,” kata dia.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here