Roestam Effendi – Tribunnewswiki.com

0
14


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Roestam Effendi merupakan sastrawan sekaligus tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Roestam Effendi lahir di Padang Sumatera Barat pada 13 Mei 1903.

Ia adalah anak sulung dari sembilan bersaudara dari pasangan Soeleiman Effendi dan Sawiah.

Roestam memulai pendidikan formalnya dengan bersekolah di sekolah rendah (HIS) di Padang.

Setelah lulus dari HIS ia melanjutkan pendidikannya ke Kweekschool (Sekolah Raja) di Bukittinggi.

Lulus dari Kweekschool, ia melanjutkan belajarnya ke HKS di Bandung pada 1924. (1)

Roestam Effendi, sastrawan yang menjadi anggota Tweede Kamer der Staten General.
Roestam Effendi, sastrawan yang menjadi anggota Tweede Kamer der Staten General. (Wikipedia)

Baca: Asrul Sani

 

Roestam Effendi menikah dengan Johanna Berta Roodveldt pada 17 Juni 1937.

Dari pernikahan itu keduanya dikarunia tiga orang anak.

Ketiga anaknya itu memiliki nama samaran yang biasa digunakan seperti Rangkajo Elok, Rahasia Emas, dan Rantai Emas. (1)

Baca: Affandi Koesoema

 

Roestam Effendi menyukai dunia sastra, selain itu ia juga tertarik dalam dunia pergerakan dan politik.

Di dunia pergerakan ia aktif dalam organisasi Jong Sumatranenbond.

Ia menjadi kepala sekolah di Perguruan Tinggi Islam Adabiah II.

Selain itu ia juga terpilih sebagai anggota paling muda dalam dewan Kotapraja.

Di dalam dunia politik, Roestam menjalin hubungan dengan para petinggi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pada 1927 ia pergi ke Belanda untuk melanjutkan pendidikannya.

Awalnya ia meraih ijazah pendidikan dasar di Den Haag.

Setelah itu ia melanjutkan ke pendidikannya ke Middelbaar Onderwijs Economie (pendidikan menengah ekonomi).

Tidak hanya itu ia juga kuliah di Hoge Schule fur Journalistik di Berlin dan Lenin’s Universitet di Moskow. (1)

Roestam Effendi sewaktu muda.
Roestam Effendi sewaktu muda. (refdag.nl)

Baca: Njoto

Ketika di Belanda, Roestam Effendi aktif dalam dunia politik.

Ia adalah orang Indonesia pertama dan anggota dewan termuda pada Tweede Kamer der Staten General pada 1933-1946.

Ia aktif dalam kegiatan politik itu untuk merealisasikan keinginan hati nuraninya untuk mempertahankan kemerdekaan manusia sebagaimana yang tercermin dalam karyanya yang berjudul “Bebasari”.

Selain itu, karya Roestam yang juga fenomenal ialah “Percikan Permenungan”.

Buku itu lahir di Padang setelah Bebasari terbit.

Karya-karya dari Roestam itu mendapat sambutan dari beberapa tokoh seperti A. Teeuw dan H.B. Jassin.

A.Teew menyebut, Roestam adalah penyair yang mengagumkan.

Ia kagum dengan Roestam karena bahasa yang digunakan dalam karya sastranya itu menggunakan bahasanya tersendirin dan usahanya mencari bentuk-bentuk baru untuk menggantikan bentuk lama yang dianggapnya sudah lapuk.

Sementara H.B. Jassin dalam karyanya “Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai I, 1985” menyebutkan bahwa karya sastra milik Roestam, “Bebasari” adalah hal penting sebagai hasil usaha mencobakan bentuk baru dalam kesusastraan Indonesia. (1)

Baca: Sidik Kertapati

 

– Revolusi Nasional (Juli, 1947)

– Sedikit Penjelasan Tentang Soal-Soal Trotskysme (April, 1947)

– Soal-Soal di Sekitar Krisis Kapitalis (Mei, 1947)

– Soal-Soal Mengenai Sistem Kapitalis (December 1947)

– Pidato-Pidato Tentang Soal-Soal Negara Demokrasi dan Diktatur

– Proletar (April, 1948)

– Demokrasi dan Demokrasi (December, 1949)

– Strategi dan Taktik (Juni, 1950)

– Percikan Permenungan, kumpulan puisi yang pernah dimuat majalah

– Asjraq, Padang (1926)

– Bebasari, naskah drama tiga babak (1926)

– Van Moskow naar Tiflis: mijn reis door de nationale Sowjet-republieken van de Kaukasus (Amsterdam, 1937, ditulis dalam bahasa Belanda)

– Indonesia Vrij (Amsterdam, 1940, ditulis dalam bahasa Belanda)

– Recht voor Indonesie een beroep op democratisch Nederland (1937, ditulis dalam bahasa Belanda)

– Quo vadis Nederland? (Blaricum: Alcoholstichting Blaricum, 1945, ditulis dalam bahasa Belanda) (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here