Sakirman – Tribunnewswiki.com

0
2


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sakirman merupakan petinggi Politbiro CC Partai Komunis Indonesia.

Sakirman lahir di Wonosobo, Jawa Tengah pada 11 November 1911.

Ia merupakan kakak kandung dari Siswondo Parman atau Letjen S.Parman yang meninggal dunia pada peristiwa G30S/PKI.

Sakirman ini adalah salah satu intelektual di PKI, dirinya lulusan dari Technische Hooge School atau yang sekarang dikenal dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sehingga dirinya memiliki gelar insinyur.

Selain itu, latar belakang keluarga Sakirman adalah bangsawan dari Mangkunegaran Solo. (1)

Para tokoh PKI sedang memegang bendera Partai Komunis Indonesia
Para tokoh PKI sedang memegang bendera Partai Komunis Indonesia (wikipedia)

Baca: Trubus Soedarsono

Awal kariernya ia mulai pada 1940 sebagai kepala di salah satu sekolah menengah.

Di sana ia hanya bertahan sampai 1942, kemudian pada 1943-1944 Sakirman bekerja di Departemen Ekonomische Zaken (Sangjaku).

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, ia bergabung dengan AMRI.

Sakirman juga terlibat dalam “Peristiwa Tiga Daerah” di karesidenan Pekalongan yang meliputi Pekalongan, Brebes dan pembebasan Tegal.

Namanya kian populer setelah dirinya menjadi pemimpin eksekutif Lasjkar Rakjat Jawa Tengah pada 1945.

Adapun tujuan dari Lasjkar Rakjat ini yakni untuk memerangi buta huruf, meningkatkan kewaspadaan militer dan menangkap mata-mata musuh.

Untuk melakukan tugas ini, Sakirman bekerja sama dengan rakyat terutama organisasi-organisasi buruh dan tani.

Jabatan lain datang kala Amir Sjarifuddin menjadi menteri pertahanan.

Amir mengangkat Sakirman sebagai kepala biro pendidikan politik tentara (Pepolit) dengan pangkat Letnan Kolonel.

Pada Mei 1946 Amir kembali mengangkat Sakirman sebagai kepala biro dengan pangkat Mayor Jenderal. (2)

Sakirman, petinggi Politbiro CC PKI.
Sakirman, petinggi Politbiro CC PKI. (wikipedia)

Baca: Haji Misbach

Sakirman meninggal dunia setelah terjadinya peristiwa G30S/PKI.

Pada saat itu ia adalah salah satu tokoh PKI yang menjadi buronan.

Hingga akhirnya pada 1966 ia berhasil ditangkap di Solo.

Ketika ditangkap, Sakirman berusaha untuk melarikan diri sehingga akhirnya ia ditembak di tempat saat itu juga. (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here