”Saya Dibilang Antek PKI”, Jokowi: Biasa Saja, Itu Sudah Makanan Sehari-hari . .

0
6



TRIBUNMANADO.CO.ID – Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) rupanya menanggapi dengan serius kasus penghapusan Mural berisi kritik terhadap pemerintah.

Presiden Jokowi bahkan menegur Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait tindakan reaktif aparat terhadap seni kritik Mural tersebut.

“Saya sudah tegur Kapolri soal ini,” ujar Jokowi dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/9/2021) seperti dikutip dari Kompas.TV.

Mantan Gubernur FKI Jakarta itu mengaku tidak mengetahui perihal adanya penangkapan dan penghapusan Mural tersebut.

Tapi, menurutnya, tindakan represif itu merupakan inisiatif petugas di lapangan.

“Kapolri mengatakan itu bukan kebijakan kita, tapi Kapolres. Dari Kapolres juga menyatakan bukan kebijakan mereka, tapi di Polsek,” terang Jokowi.

Presiden Jokowi pun meminta agar jajaran Polri tidak berlebihan memberantas Mural.

“Saya minta agar jangan terlalu berlebihan. Wong saya baca kok isi posternya. Biasa saja. Lebih dari itu saya sudah biasa dihina,” katanya.

Ia lantas menegaskan bahwa ia tidak antikritik seperti yang dituduhkan.

“Saya tidak antikritik. Sudah biasa dihina. Saya ini dibilang macam-macam, dibilang PKI, antek asing, antek aseng, planga-plongo, lip service. Itu sudah makanan sehari-hari,” tegas Jokowi.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here