Semarang Jadi Contoh Kota Bahagia di Indonesia

0
52
Balai Kota Semarang (Dok)

Semarang, Aboutsemarangid,– Indeks Kebahagiaan di Kota Semarang meningkat dua poin dalam 3 tahun. Sebelumnya pada 2016 Happiness Index ibu Kota Provinsi Jawa Tengah berada pada angka 71,5.

Angka tersebut kemudian meningkat pada 2018 menjadi 73,5. Peningkatan indeks kebahagiaan tersebut juga linier dengan peningkatan seluruh indikator, pada 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDG’s) di Kota Semarang.

Atas dasar capaian-capaian tersebut, calon tunggal Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam kapasitasnya sebagai inisiator Kabupaten/ Kota HAM pun diminta bercerita tentang upaya untuk Kota Semarang, sebagai contoh kota bahagia di Indonesia, pada diskusi bertajuk “Kota Digital Bahagia” diselenggarakan, Kamis (26/11).

Diskusi itu diselenggarakan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID). Selain calon petahana Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu, hadir pula sebagai pembicara Direktur Eksekutif INFID Sugeng Subagijo, Presiden United in Diversity Tuti Hadiputranto, Penasihat Social Investment Indonesia (SII) Jalal, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, Direktur Eksekutif Pusat SGD’s Universitas Padjajaran Suzy Anna, mantan Bupati Bojonegoro Suyoto, dan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar.

“Kunci peningkatan indeks kebahagiaan Kota Semarang ada pada pola pembangunan yang menyentuh seluruh elemen masyarakat. Di Kota Semarang kami terapkan standar pembangunan yang ada pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), juga termasuk yang ada pada SDG’s. Kalau diskusi tentang bahagia, kita lihat patokan BPS bukan tentang uang, melainkan tentang kepuasan hidup, makna hidup, dan perasaan,” terang Hendi yang dikutip dari suaramerdeka.

Untuk itu, Kota Semarang meletakkan fundamental pembangunan dengan mengubah aktivitas ekonomi kepada sektor pariwisata. Ini untuk mendukung pemerataan ekonomi. Prinsipnya sejalan dengan SDG’s, yaitu leave no one behind, atau tidak ada yang tertinggal di belakang. Harapannya sektor wisata dapat memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat untuk berdaya. Bila modalnya besar bisa bangun cafe, yang modalnya pas-pasan bisa buka warung, Pujian pun datang dari pembicara lainnya atas pencapaian Kota Semarang, salah satunya mantan Bupati Bojonegoro, Suyoto.

Dia mengapresiasi cara Hendi mengambil kebijakan dengan dasar kemanfaatan pada masyarakat. “Pantas lah kalau Pak Wali ini menjadi calon tunggal, karena apa yang disampaikan sangat menarik dan sangat cerdas, karena kebahagiaan yang merupakan urusan personal, bisa diupayakan dengan pembangunan lingkungan, ini keren,” tutur Yoto.

Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar juga mengutarakan hal yang sama. Dirinya bahkan mengaku sempat menyaksikan langsung upaya Hendi mengembangkan Kota Semarang. (Ard-Smg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here