Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia

0
10


“WIKI PAGI” TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia merupakan federasi serikat buruh yang pertama kali ada di Indonesia.

Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) ini berdiri di Jakarta pada 29 November 1946.

SOBSI menjadi organisasi yang menyerukan pekerja untuk bersatu dan berjuang untuk menciptakan sebuah masyarakat yang sosialis.

SOBSI ini memiliki hubungan yang erat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

SOBSI juga menjadi anggota koalisi Sayap Kiri.

Dan setelah Sayap Kiri digantikan oleh Front Demokratik Rakyat, SOBSI pun bergabung dengan front itu

Karena memiliki hubungan yang begitu erat dengan Komunis, di masa Orde Baru SOBSI ini dilarang oleh pemerintah. (1)

Serikat buruh Belanda Blokzijl berbicara pada kongres SOBSI, 1947.
Serikat buruh Belanda Blokzijl berbicara pada kongres SOBSI, 1947. (Wikipedia)

Baca: Partai Murba

Sobsi yang berdiri di Jakarta ini muncul setelah terjadinya Perang Dunia II.

Para pimpinan SOBSI ketika awal dibentuk ialah Harjono yang menjabat sebagai Ketua Umum, Setiadjit sebagai Wakil Ketua dan Njono sebagai Sekretaris Jenderal.

Satu tahun setelah berdiri, SOBSI menggelar Kongres Nasional di Malang pada 16-18 Mei 1947.

Kongres pertama itu diikuti oleh 600-800 delegasi yang berasal dari Indonesia dan tamu dari luar Indonesia.

Tamu yang dari luar Indonesia yakni berasal dari Australia, Belanda, Rusia, Yugoslavia, dan Perancis.

Tamu dari Australia itu bernama Ted Roach dan Mike Healy.

Kemudian hadir pula anggota serikat buruh Belanda yakni Blokzijl dan RKN Vijlbrief.

Selain itu, ada pula Rajkni Tomovic dari Yugoslavia, Jean Lautissier dari Perancis, Olga Tchetchekina dari Rusia.

Kongres yang di gelar di Malang itu mendapat perhatian dari pers Belanda.

Pers Belanda menafsirkan jika paham Komunis sangat berpengaruh dalam tubuh SOBSI. (2)

Baca: Partai Sosialis Indonesia

  • Pemberontakan Madiun 1948

SOBSI memiliki peran penting dalam pemberontakan Partai Komunis Indonesia yang dilakukan di Madiun pada 1948.

Para pemimpin SOBSI yang berfaham Komunis melakukan gerakan bawah tanah pada saat itu.

Hingga akhirnya Ketua SOBSI Harjono dipenjarakan setelah pemberontakan dan dibunuh oleh tentara Indonesia pada Desember 1948.

Selain itu, kegiatan operasional SOBSI pun ditutup oleh tentara.

Tidak hanya itu, 19 dari 34 serikat pekerja yang berafiliasi pun menarik diri dari SOBSI.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemimpin Komunis yang memainkan peran dalam pemberontakan. (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here