Sering Dijadikan Penipuan Online, Oxone Lapor Polisi, Kasusnya Ditangani Polres Jakarta Utara

0
7



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Produknya kerap dijadikan ajang penipuan online (cyber crime), Oxoneonline melaporkan akun-akun bodong media sosial ke polisi.

Laporan didasari atas tindak pidana manipulasi data elektronik sesuai UU ITE terhadap akun sosial media bodong yang mendisplay produknya.

“Di antaranya akun Instagram oxone_store.indonesia, akun Instagram Oxone Official Store, akun Instagram oxone.indonesia, akun Instagram oxone.official.store dan saat ini proses penyidikan perkara tersebut ditangani oleh Polres Metro Jakarta Utara,” ujar Sahala Panjaitan dari Law Office Sahala & Partners selaku kuasa hukum Oxone dalam keterangannya, Sabtu (18/9/2021).

Modus akun media sosial bodong tersebut, beber Sahala, seperti membuat akun medsos Instagram bodong, membuat nama akunnya Oxone, membeli followers yang banyak, sehingga terlihat meyakinkan. 

Bahkan foto produk yang terdisplay di akun bodong tersebut memakai foto dari akun resmi dan harganya jauh lebih murah. 

Baca juga: Investasi Bodong Berkedok Arisan di Makassar Berawal dari Grup WhatsApp

Setelah korban tertarik, korban diarahkan chat via WhatsApp penipu dan korban mentransfer uang ke rekening penipu, setelah itu korban diminta harus mentransfer uang lagi dengan alasan barang tertahan di Bea Cukai karena produk yang dibeli adalah barang ilegal, jika tidak ditransfer barang tidak akan dikirim. 

“Korban menyadari telah ditipu setelah permintaan Resi Pengiriman diabaikan penipu, nomor Whatsapp penipu sudah tidak aktif  dan barang tak pernah diterima korban,” ungkapnya.

Ancaman pidana penjara dengan pasal berlapis dapat menjerat pemilik akun media sosial bodong yang sudah sangat meresahkan. 

Ancaman pidana membuat akun palsu/bodong dengan tujuan agar informasi akun tersebut dianggap asli bisa diartikan sebagai manipulasi data melalui media elektronik sesuai Pasal 35 jo Pasal 51 UU ITE pelaku dapat dihukum penjara 12 tahun dan denda Rp12 miliar.

Ancaman pidana memberikan informasi tidak benar dan menyesatkan yang menimbulkan kerugian terhadap konsumen sesuai Pasal 45A UU ITE pelaku dapat dihukum penjara 6 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here