Soekarni – Tribunnewswiki.com

0
12


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Soekarni adalah tokoh Pahlawan Nasional Indonesia yang memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia.

Ia memiliki nama lengkap Soekarni Kartodiwirjo.

Gelarnya sebagai Pahlawan Nasional Indonesia ini diberikan oleh Presiden Joko Widodo pada 7 November 2014, yang diwakili oleh keluarganya di Istana Negara Jakarta. (1) 

Baca: Latief Hendraningrat

Soekarni
Soekarni 

Soekarni lahir di Desa Sumberdiran, Blitar, Jawa Timur, 14 Juli 1916.

Ayahnya bernama Kartodiwiryo, seorang warok yang juga penjagal dan pedagang daging sapi.

Sedangkan, ibunya bernama Supiah.

Sejak kecil, Soekarni disekolahkan ayahnya di sekolah rakyat Mardisiswo di Blitar.

Saat di sekolah, ia didik dengan keras oleh gurunya yang bernama Mohammad Anwar.

Sekolahnya memiliki ajaran pendidikan anti penjajahan Belanda.

Soekarni melanjutkan pendidikannya di HIS (sekolah dasar) di Blitar. Setelah lulus, ia lanjut ke MULO di Blitar.

Kemudian, Soekarni melanjutkan sekolahnya sampai di Kweekschool atau sekolah guru dan Volkas Universiteit atau Universitas Rakyat. (2) 

Baca: Haji Misbach

Pada tahun 1930, Soekarni bergabung dalam gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Organisasi itu dikenal dengan Indonesia Muda atau organisasi kepemudaan Partindo (Partai Indonesia).

Soekarni ditugaskan untuk mengikuti kursus pengaderan di Bandung. Salah satu pengaderannya adalah Soekarno.

Setelah itu, ia kembali ke Blitar dan mendirikan organisasi Persatuan Pemuda Kita.

Pada tahun 1935, Soekarni menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Indonesia Muda.

Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi lain, seperti Suluh Pemuda Indonesia (SPI) dan Persatuan Pemuda Rakyat Indonesia (Perpri).

Sejak kolonial Belanda datang pada tahun 1936, mereka menggrebek dan menangkap para aktivis kelompok Indonesia Muda, namun saat itu Soekarni berhasil melarikan diri.

Ia menggunakan nama samaran Maidi dan menjadi buronan politik hingga beberapa tahun.

Soekarni ditangkap di Balikpapan, Kalimantan Timur pada tahun 1940.

Kemudian ia dipenjara di Samarinda, Surabaya, dan Jakarta.

Di pengadilan, Soekarni divonis hukuman pembungan ke Boven Digul.

Namun hukaman itu gagal karena pemerintahan Hindia Belanda kalah dari pasukan Jepang pada Maret 1942.

Sejak itu, ia bertemu dengan Tan Malaka, yang membuat Soekarni semakin radikal terhadap perjuangan bangsa.

Pertemuan antara keduanya menjadi cikal bakal berdirinya Partai Rakyat Banyak yang dibentuk pada 1948. (2)

Baca: Tan Malaka

Sejak dibentuknya Partai Murba pada bulan November 1948, Soekarni menjabat sebagai ketua umum.

Selain itu, ia juga menjadi anggota Badan pekerja KNI Pusat.

Tahun 1955, Soekarni terpilih sebagai anggota Konstituante.

Soekarni juga ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia di Peking, ibu kota RRT (Republik Rakyat Tiongkok).

Setelah kembali ke Indonesia pada bulan Maret 1964, Soekarni langsung menghadiri pertemuan di Istana Bogor Desember.

Soekarni pun sempat memperingatkan Bung Karno atas sepak terjang PKI.

Namun, partai Murba pun dibekukan pada tahun 1965 dan Soekarni beserta pemimpin Murba lainnya di penjara.

Pada masa Orde Baru, Soekarni dibebaskan dan larangan Murba dicabut, setelah direhabilitasikan 17 Oktober 1966.

Kemudian Soekarni ditunjuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada 1967, yang merupakan jabatan resmi terakhir. (1)

Baca: Ahmad Yani

Soekarni meninggal dunia pada 7 Mei 1971 dan disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Atas jasa Soekarni untuk Indonesia, ia diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 7 November 2014 oleh Presiden Joko Widodo. (2)

Baca: Soekitman

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here