Sosok Chambali Pembantai PKI yang Taat Agama, Suruh Ucap Syahadat Sebelum Eksekusi

0
5



TRIBUNMANADO.CO.ID- Nama Chambali begitu dikenal dan ditakuti dan disegani dikalangan anggota PKI.

Ia adalah ketua Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kecamatan Rengel, Tuban, Jawa Timur, pada tahun 1964-1967 yang berubah menjadi eksekutor anggota PKI.

Wajar saja, ia sangat membenci PKI yang dikabarkan terus memburunya saat itu.

Baca juga: Kisah Chambali saat Jadi Algojo Pembantaian PKI seusai Tragedi G30S: Semoga Allah Mengampuni Saya

Chambali saat itu adalah Ketua Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kecamatan Rengel, Tuban, Jawa Timur, pada tahun 1964-1967.

Saat meletus Gerakan 30 September 1965, Kabupaten Tuban juga ikut bergolak.

Kabupaten Tuban adalah salah satu daerah dengan sebutan sebagai Tapak Merah, yang mengacu pada banyaknya kecamatan di Kabupaten Tuban dengan basis PKI yang kuat.

Beberapa kecamatan dengan basis PKI adalah Kecamatan Plumpang, Palang, Soko, Semanding, Tuban Kota dan Rengel.

Baca juga: Kisah Burhan Kapak jadi Algojo Antek PKI seusai Tragedi G30S: Daripada Dibunuh Lebih Baik Membunuh

Selain itu, Syam Kamaruzaman, tokoh dan pejabat Politbiro PKI sekaligus tangan kanan Aidit juga berasal dari Tuban, seperti dilansir oleh Tribunnewswiki.com, (17/9/2019).

Chambali menuturkan bahwa dirinya saat itu ditunjuk sebagai Ketua Banser Rengel oleh Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Tuban, Kiai Haji Murtadji.

Chambali menjelaskan pernyataan Kiai Murtadji, bahwa saat itu kondisi negara dalam keadaan genting, sehingga diperlukan orang yang tegas dan berani membunuh orang PKI.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here