Tak Dapat Pesangon, Pegawai KPK yang Dipecat Hanya Terima Tunjangan Hari Tua & BPJS Ketenagakerjaan

0
15



TRIBUNNEWSWIKI.COM – Dalam rangka alih status menjadi ASN per 30 mendatang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memecat 56 pegawainya yang dinyatakan tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Pemberhentian tersebut lebih cepat satu bulan dibandingkan yang termuat dalam SK Nomor 652 Tahun 2021.

Dalam SK tersebut disebutkan puluhan pegawai KPK bakal diberhentikan pada 1 November 2021.

Sejumlah nama penyelidik dan penyidik pun terdaftar dalam pegawai yang akan dipecat.

Puluhan pegawai KPK itu, termasuk penyidik senor Novel Baswedan.

Kini, ia hanya tinggal menghitung hari untuk angkat kaki dari markas lembaga antirasuah.

Terkait pemecatan tersebut, 56 pegawai KPK itu ternyata hanya akan mendapat tunjangan hari tua (THT) serta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang selama ini memang mereka bayarkan dalam bentuk tabungan pegawai. Tak ada tunjangan lain, apalagi pesangon.

”Pemecatan tanpa ada pesangon dan tunjangan. Yang ada hanya penyerahan uang tabungan pegawai sendiri dalam bentuk THT dan iuran BPJS Ketenagakerjaan,” kata Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi nonaktif KPK, Giri Suprapdiono kepada Tribunnews.com, Sabtu (18/9).

Diketahui, dalam diktum poin kedua SK Pimpinan KPK tentang Pemberhentian dengan Hormat Pegawai KPK, disebutkan bahwa pegawai yang dipecat akan diberikan tunjangan hari tua dan anfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Giri meminta publik agar jangan sampai salah menafsirkan isi SK.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here