Tak Terima Agama Dihina, Irjen Napoleon Bonaparte Siap Tanggung Jawab atas Tindakannya pada Kece

0
13


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Terpidana kasus suap red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte angkat bicara soal dugaan penganiayaan terhadap tersangka kasus penistaan agama, Muhammad Kece di rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Pasca aksinya tersebut telah diketahui oleh masyarakat, Napoleon kemudian menulis surat terbuka.

Kuasa hukum Napoleon, Haposan Batubara membenarkan surat terbuka tersebut.

Dalam surat terbuka itu berisi alasan Napoleon menganiaya Muhammad Kece.

Di awal kalimat pada surat terbukanya itu, Napoleon mengaku ingin berbicara langsung di hadapan publik.

Namun saat ini ia tidak dapat melakukan hal itu.

Napoleon pun kemudian menjelaskan simpang siur informasi tentang penganiayaan tersebut.

Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020).
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020). (Tribunnews / Igman Ibrahim)

Baca: Irjen. Pol. Drs. Napoleon Bonaparte, M.Si.

Baca: Muhammad Kace

Ada sejumlah poin yang disampaikan oleh Napoleon Bonaparte dalam surat terbuka yang ditulisnya itu.

Dia mengaku dilahirkan sebagai seorang Muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam.

“Alhamdulillah YRA, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang Muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan Lil ‘alamin,” tulis Napoleon dalam surat terbukanya, dikutip TribunnewsWiki dari Tribunnews, Senin (20/9/2021).



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here