Taliban Bubarkan Kementerian Urusan Perempuan di Afghanistan

0
6



TRIBUNNEWS.COM, AFGHANISTAN – Penguasa baru Afghanistan, Taliban mendirikan sebuah kementerian baru dan bertempat di gedung yang pernah menjadi tempat Kementerian urusan Wanita.

Sebuah papan baru dipasang di luar kementerian urusan perempuan dan mengumumkan bahwa itu sekarang adalah “Kementerian Khotbah, Bimbingan, Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan.”

Sara Seerat, mantan penasihat di Kementerian Urusan Perempuan Afghanistan, mengatakan penutupan itu merupakan tanda bahwa Taliban tidak ingin menerima perempuan dengan cara apa pun.

“Oleh karena itu, penutupan Kementerian Urusan Perempuan dan ketidakhadiran guru perempuan adalah sebuah indikasi dan tanda di masyarakat bahwa mereka (Taliban) tidak mau menerima perempuan dengan cara apapun.”ujar Seerat.

Baca juga: Taliban Mulai Larang Murid Perempuan Melanjutkan Sekolah

Pernyataan dari para pemimpin Taliban sering mencerminkan kesediaan untuk terlibat dengan dunia, membuka ruang publik untuk perempuan dan anak perempuan dan melindungi minoritas Afghanistan.

Hal ini dinilai berbeda dengan di lapangan yang justru malah sebaliknya seperti pembatasan terutama pada perempuan

Dalam periode pertama pemerintahan mereka pada 1990-an, Taliban telah menolak hak anak perempuan dan perempuan untuk pendidikan dan melarang mereka dari kehidupan publik.

Murid Perempuan Dilarang Sekolah

Anak perempuan usia remaja Afghanistan dilarang kembali ke sekolah menengah oleh pemerintah Taliban.

Dilaporkan pada Sabtu (18/9/2021), penguasa baru di negara itu hanya memerintahkan anak laki-laki dan guru laki-laki kembali ke kelas.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here