Tragedi Trisakti – Tribunnewswiki.com

0
16


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan pada 12 Mei 1998, yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia.

Tragedi ini merupakan aksi mahasiswa menuntut Soeharto turun dari jabatannya pada saat demonstrasi.

Keempatan korban tersebut bernama Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977-1998), Hafidin Royan (1976-1998), dan Hendriawan Sie (1975-1998).

Mereka tewas tertembak di dalam kampus, yang terkena peluru tajam dibagian kepala, tenggorokan dan dada. (1) 

Baca: Tragedi Santa Cruz

Gerbang Kampus Universitas Trisakti
Gerbang Kampus Universitas Trisakti ((Tribunnews.com))

Pukul 12.30, para mahasiswa dari kampus Trisakti menuju Gedung Nusantara untuk melakukan aksi damai.

Namun, mereka pun dihalangi oleh Polri dan militer, hingga beberapa mahasiswa mencoba untuk bernegoisasi dengan pihak Polri.

Para mahasiswa bergerak mundur pada pukul 17.15 dan pergerakan ini diikuti dengan majunya aparat keamanan.

Sejak itu, aparat keamanan mulai menembakkan peluru ke arah para mahasiswa.

Keadaan mulai tidak terkondisikan, sehingga para mahasiswa tercerai berai dan melarikan diri untuk berlindung di Universitas Trisakti.

Aparat keamanan tidak berhenti melemparkan tembakan peluru.

Satu per satu korban mulai berjatuhan dan dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras.

Penembakan para mahasiswa ini diketahui tidak hanya dilakukan oleh aparat keamanan yang berada di hadapan para demonstran.

Penembakan tersebut juga berasal dari fly over Grogol dan jembatan penyebrangan.

Aparat keamanan tidak hanya menembaki mereka dengan peluru karet, tapi juga menggunakan peluru tajam.

Wakil Ketua Komnas HAM, Marzuki Darusman, yang turut hadir di kampus Trisakti menyatakan adanya serangan terhadap kemanusiaan dalam menangani massa.

Mahasiswa yang menjadi korban dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras.

Suasana memilukan pun sangat terasa di Unit Gawat Darurat RS Sumber Waras.

Dari aksi penembakan ini terdapat enam korban yang tewas.

Setelah beberapa hari kemudian dipastikan ada empat mahasiswa Trisakti yang juga menjadi korban. (2) 

Baca: Peristiwa Madiun 1948

Hafidin Royan, Korban Tragedi Trisakti 12 Mei 1998
Hafidin Royan, Korban Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 (www.picswe.com)

Aparat keamanan terus melakukan penembakan hingga korban pun berjatuhan dan dilarikan ke Rumah Sakit Sumber.

Satuan pengamanan yang berada di lokasi kejadian adalah Brimob, Batalyon Kavaleri 9, Batalyon Infanteri 203, Artileri Pertahanan Udara Kostrad, Batalyon Infanteri 202, Pasukan Anti Huru Hara Kodam serta Pasukan Bermotor.

Aparat tersebut dilengkapai dengan tameng, gas air mata, Steyr dan SS-1.

Pukul 20.00 terdapat empat orang mahasiswa tertembak dan satu orang dalam keadaan kritis.

Hasil dari otopsi korban menunjukan bahwa kematiannya disebabkan oleh peluru tajam. Namun, pihak aparat keamanan membantah telah menggunakan peluru tajam.

Misteri penembakan ini masih terus menyelimuti sejarah kelam 12 Mei 1998.

Akan tetapi, empat mahasiswa yang tewas dalam Tragedi 12 Mei 1998 ini dikenang sebagai Pahlawan Reformasi oleh pihak kampus.

Nama empat mahasiswa itu diabadikan menjadi nama jalan di Kampus Usakti, Nagrak, dan Bogor. (1) (2)

Baca: Peristiwa Merah Putih

(Tribunnewswiki.com/ Husna)

 



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here