Trubus Soedarsono – Tribunnewswiki.com

0
3


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Trubus Soedarsono adalah pematung dan pelukis naturalis Indonesia yang aktif di Lekra.

Trubus lahir di Wates, Kulonprogo, Yogyakarta, pada 23 April 1926.

Meski pendidikannya hanya sampai pada tingkat SD dan bahkan tidak tamat, ia memiliki bakat dalam seni lukis dan patung.

Dia belajar melukis dan memahat secara autodidak, dan untuk mengasah kemampuannya dalam bidang seni, ia juga bergabung dalam Seniman Indonesia Muda (SIM).

Tidak hanya itu, ia juga bergabung dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). (1)

Lukisan berjudul
Lukisan berjudul “Gadis Bali” karya Trubus Soedarsono. (singgasanaseni.org)

Baca: Njoto

Kariernya di dunia seni dan juga politik cukup mentereng.

Meski begitu, dia pada 1948 pernah dipenjara oleh Belanda ketika ia akan melarikan diri ke luar negeri.

Setelah bebas dari penjara, Trubus gabung dalam studio seni lukis Tio Tek Djien di daerah Cideng, Jakarta, pada akhir tahun 1950-an.

Setelah itu kariernya mulai naik kembali. Pada 1950 dia ditunjuk untuk menjadi pengajar di Akademi Seni Rupa Indonesia/ASRI (sekarang ISI).

Di Akademi Seni Rupa Indonesia ia mengajar sampai dengan tahun 1964.

Pada tahun 1954 dia mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Cekoslowakia dalam misi kebudayaan dan Seni Lukis.

Selain sebagai seniman, Trubus Soedarsono juga berkarier di dunia politik.

Ia bergabung dengan Partai Komunis Indonesia dan kemudian berhasil menduduki posisi DPRD di Daerah Istimewa Yogyakarta. (2)

Lukisan karya Trubus Soedarsono
Lukisan karya Trubus Soedarsono (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Baca: Musso

Pada zaman itu, nama Trubus Soedarsono sebagai seorang pelukis dan pematung terkenal di Indonesia.

Bahkan, Presiden Soekarno pun mengoleksi karya seni yang dihasilkan oleh Trubus.

Lukisan karya Trubus yang dikoleksi Bung Karno adalah lukisan berjudul “Potret Wanita dan Putri Indonesia”.

Sementara itu, patung yang dikoleksi ialah patung yang berjudul “”Gadis dan Kodok”.

Ia juga yang membuat patung Urip Soemohardjo di Magelang yang dibuat dengan gaya realistik.

Tidak hanya itu, pada 1961 ia diminta secara khusus oleh Presiden Soekarno untuk mengerjakan patung berdasarkan sketsa Henk Ngantung dalam rangka menyambut para pemimpin Dunia Baru (pasca Konferensi Asia-Afrika) di bawah pimpinan Edi Sunarso.

Patung tersebut kini dikenal sebagai Tugu Selamat Datang, yang letaknya persis di bundaran depan Hotel Indonesia. (2)

Baca: Letjen S. Parman

Setelah meletusnya peristiwa 30 September 1965 atau yang dikenal G30S Trubus Soedarsono pun ikut ditangkap.

Ia ditangkap pada Oktober atau November 1965.

Setelah itu kabar mengenai dia tidak terdengar.

Trubus diyakini dibunuh tidak lama setelah dia ditangkap. (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here